Wednesday, July 23, 2008

Beri Aku

Terus beri aku kata-kata berbunga sarat dengan cinta.. Terus belai luka menganga yang tidak pernah sembuh ini dengan sejuk di sapamu.. Teruskan sampai lelah aku tertidur dalam kedamaian maya.. Berbekal kuntum-kuntum penuh embun yang kau kirimkan dalam mimpi-mimpi yang kau ciptakan..

Monday, July 21, 2008

21 Juli

21 Juli pertama dalam hidupku aku tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun langsung padanya..
Mimi..sekarang baru Mea tau mengapa Tuhan tidak mengijinkan Mea melihat jenasah Mimi.. Supaya kenangan terakhir Mea adalah senyum Mimi waktu Mea pamit sebelum berangkat ke China 28 Desember lalu.. Saat Mea bilang, "Mimi tau kan Mea sayang sekali sama Mimi?"
Dan di waktu itu walau Dokter memvonis Mimi kehilangan hampir semua memori, Mea yakin Mimi tetap tau..
Karena walau memori terganggu, tapi hati Mimi masih merasa.. 21 Juli, Mi.. Buat Mea, Mimi selalu ada.
Selamat Ulang Tahun, Mi..

Friday, July 18, 2008

The Price Of Freedom

I could eat wherever I want. I could watch whatever I want. I could buy new bags as much as I want. I could window-shop as long as I want. I could go out and waste my time on anything unimportant. I could sleep whenever I want. Well, I'd pass..
All I want now is to be lay there beside you and breathe next to your ashtray breath. Haha.

Thursday, July 10, 2008

Tidak Pernah Terbiasa

Besok saya dan anak-anak sudah harus pulang ke Indonesia. Senin, 14 Juli besok Fira akan memulai hari pertamanya di Secondary School dan Zach harus mulai menempuh hari sekolah yang panjang di Primary School. Saya tidak sanggup merenggut memori hari bersejarah tersebut walaupun hati sih masih berat meninggalkan China. Fira dan Zach harus punya memori pertama masuk sekolah baru. Jadi dengan enggan, kami memutuskan untuk pulang, meninggalkan Abang yang tidak mungkin pulang sampai tiba saatnya Field Break bulan depan.

Pagi ini saya lihat wajahnya begitu mendung. Abang menggumam, samar-samar saya mendengarnya.

Abang : "Nggak mood.."
Saya : "Nggak mood apa, Sayang? *agak bingung soalnya tiba2*
Abang : "Nggak mood apapun." " Nggak mood segalanya."

Wajahnya tertekuk sedemikian rupa. Hati saya seperti disayat-sayat. Hampir 2 tahun hidup sering terpisah seperti ini, masih kami tidak terbiasa.

Kami berpelukan tanpa ada kata-kata lagi.



Sunday, July 06, 2008

Dokter Gigi Yang Jelas Cakep

Pembaca blog saya yang original mungkin masih ingat cerita Dentist di Singapur yang sampai session berakhir masih pakai masker sehingga saya tidak tau pasti apakah dia cakep atau tidak. Kejadian hampir berulang di China ini. 3 hari yang lalu saya ke dentist karena sakit gigi.
Sepanjang pertemuan di terus memakai maskernya sehingga saya penasaran wajahnya seperti apa. Matanya memakai lensa kontak biru, dan kelihatan indah. Tapi the rest of the face? Embuh lah yah.
Nah hari ini kok gigi saya masih sakit, jadi saya balik lagi. Ndilalah pada saat saya datang, dia sedang tidak pakai masker. Welahdalah ternyata cuakep beneran.
Jadi saat ini saya sedang nunggu di depan pintu prakteknya, menunggu giliran saya 15 menit lagi. Nanti di dalam apa saya minta dia untuk gak pake masker ya? Sayang tampang cakep kalau ditutupin. Haha