Monday, August 11, 2008

When I'm Bored, I Took Some Photos With My Cellphone's Camera...




and then realizing how I never looked good at the other side of the lense....



then I started the "what ifs" question again.



What if I was prettier, what if I was slimmer, what if I was smarter.....
Would my life would be better, easier, happier? Would I be more, loved?



No guarantee for that..

But at least I could love me more.

Dang!

Friday, August 08, 2008

Still From The Expo


Two ladies who like to write in a blog, but the one with the black dress actually has more Fans Brigade
Then what is she doing hiding behind me? She said she was shy and "gak pede" because she recently lose weight due to her hectic schedule.

Well, how about me? I (still) looked like a baby elephant even though I (too) lose weight






Thursday, August 07, 2008

ICT Expo



Gak sengaja tiba-tiba disuruh jaga stand `Batam Blogger Community` di Mega Mall Batam Centre, sekalian Sabtu-Minggunya ngisi acara Talk Show plus ngebimbing calon Blogger baru step by step untuk membuat Blog.

Ya sudah, walaupun saya tidak merasa qualified, saya nurut sajah. Anak-anak saja jadinya kepaksa digeret buat menemani Umaknya yang culang cileung gak tau mau ngomong apa.

Karena saya sumpah (ngaku dosa) jarang sekali mengikuti kegiatan BBC, maka waktu Pak Ria Saptarika (Wakil Walikota Batam) mampir ke stand saya dan bertanya-tanya soal BBC, saya cuma bisa mangap-mingkem dan akhirnya nyengir bloon sambil bilang `Maap, saya sebenarnya bukan orang yang paling tepat untuk ditanya.`

*jeduk-jedukin kepala ke dinding cubicle stand pameran*



Whew Mel..you`re just never stop make a fool of your self, eh ?


Monday, August 04, 2008

Love Is A Battlefield

We are young, heartache to heartache we stand No promises, no demands Love is a battlefield

(Pat Benatar-Love Is A Battlefield)


Aku menangis bahagia pada saat melihatnya di gendongan suamiku pertama kali, pada saat tangis lirihnya di dalam inkubator kuusap lembut tangan mungilnya, selalu aku menghapus air matanya kala ia menangis sewaktu jatuh pada saat ia belajar berjalan, membujuknya pada tangis di hari pertama sekolah, pada saat kemarin ia begitu takut menghadapi Ujian Nasional..

Waktu berlalu, dan kali ini aku memeluknya erat dan menciumi air matanya yang jatuh di pipi saat dia mengalami patah hati pertamanya.

Cinta monyet, semua akan mengatakan tidak ada yang serius dengan yang namanya cinta monyet. Tapi aku Ibunya, sama-sama wanita, dan sama-sama pernah merasakan sakitnya patah hati pertama kali. Aku tau persis sayatan itu tidak akan pernah sembuh, dan bahkan mungkin akan terulang beberapa kali sampai dia menemukan cinta sejatinya.

12 tahun umurnya, terlalu muda untuk merasakan patah hati. Seperti tidak mungkin terjadi. tapi rasa sakit di matanya begitu nyata.
Dan aku tau persis, tidak peduli berapapun umurmu, pada saat kau tau kau dikhianati, rasa sakitnya akan tetap sama.

Nak, Umak berjanji akan bersama-sama melewati setiap "battlefield" denganmu. Bahagiamu kau bagi, dukamu kau bagi. Umak akan selalu ada di sana, karena Umak sudah pernah berada di sana, dan sekuat tenaga akan Umak usahakan kau tidak akan pernah merasakan sakit yang sama. We're in this together. I promise.




Friday, August 01, 2008

Swimming, OKU Style

Aku duduk sambil ngemil di Pool Bar sebuah hotel di Batam. Riang jerit tawa anak-anakku di dalam kolam renang membuat aku berbalik ke arah mereka. Anak-anakku senang sekali hari ini. Firman (Mang Iman bagi anak-anak), adik suamiku sedang berlibur ke Batam sambil mencari peluang bisnis di kota ini. Suatu hiburan yang berharga bagi anak-anak, apalagi Bapaknya sedang tidak ada. Kedatangan "Mang Iman" betul-betul menggantikan fungsi Bapaknya sebagai pelengkap hari.

Aku tersenyum melihat keriangan mereka. Sambil menyuap 3 buah French Fries sekaligus, aku tercengir dan terbahak ketika melihat samar-samar dengan mata bolor minus 3-ku sesosok laki-laki berenang di sebelah anak-anakku. Firman rupanya memanfaatkan waktu berrmain air-cum pengasuh keponakannya menjadi ajang olahraga, karena kulihat dia berenang cepat dengan gaya bebas bolak-balik entah sudah berapa putaran. Aku berpikir, gaya berenangnya kocak, seperti sedang berenang di sungai Ogan di dekat dusun di Palembang, daerah asal keluarga suamiku.

Aku berteriak kepada anak-anak sambil tertawa,

"Hey!!" "Lihat tuh Mang Iman berenangnya lucu!! "Gaya Ogan Komering Ulu!!"

Anak-anak menatap aku agak bengong, tetapi ikut tertawa.

Tiba-tiba sesosok tubuh laki-laki sekitar 2 meter di depanku berpaling. Kulihat wajahnya.
Ooops, ternyata itu Firman.

Jadi lelaki yang barusan berenang di dekat anak-anak....??????

Perempuan yang sejak tadi duduk di kursi sebelahku berpaling, tersenyum, sambil berkata,

"Mbak, itu sih suami saya." "Kampungan ya gaya berenangnya."


Matek lah aku