Wednesday, January 04, 2006

Little Monster

Kemaren hari pertama tahun ajaran baru.
Fira masuk kelas 4, dan Adam masuk Nursery.

Tidak ada masalah sama sekali. Fira yang biasanya selalu khawatir berlebihan dan nervous, kali ini pede sekali memulai harinya.
Begitu juga Adam, setelah duduk di dalam kelas, dia menoleh ke arah gue sambil melambai "Bye Maaaak!"

Tapi ada satu peristiwa menyebalkan yang terjadi kemudian.

Ceritanya Fira lupa gue isi pulsa handphone-nya, jadi dia pergi ke sekolah tanpa bisa dihubungi ke HP-nya.
Waktu jam istirahat, Fira nelpon gue ;

"Mak, boleh gak Kakak ikut Gamelan sore ini?"
(Fira bergabung dengan team Gamelan di Lianhua Primary School, termasuk satu dari sedikit Public School yang memberikan pelajaran Gamelan sebagai extra kurikuler)

"Lho, ini kan baru hari pertama. Biasanya school bus-nya belum ada yang sampe sore kan?"

"Ada kok Mak..kata Teacher ada!"

"Udah nanti pulang sekolah telepon Umak lagi ya. Ini Eneng pake telepon siapa, kok bisa nelpon?"

"Telepon Syafiqa, Mak..temen sekelas Kakak. Tapi kakak udah kasih 10 cents kok ke dia buat ganti pulsanya."

"Ya sudah jangan lama2. Nanti pulang sekolah telepon Umak lagi dari telepon umum ya."

"Ok Mak"


Jam 12 siang gue ngerasa kasihan kalau Fira harus bolos gamelan, gimana caranya biar dia tau ya dia boleh ikut gamelan?
So, gue kirim sms ke Handphone Syafiqa yang tadi dipakai Fira, dengan harapan message gue akan dia sampaikan ke Fira.

Isinya : "Hello there, I'm Shafira's mother. Could you please tell Shafira she could go to the gamelan lesson today but tell her to call me first after scool? Thanks Dear."

Saat itu messagenya tidak delivered. Mungkin dimatikan karena masih di dalam kelas.
Gue perhatikan message tsb baru sampai malam harinya.
Gak apa lah, toh akhirnya Fira nelpon gue siangnya dan untungnya dia belum terlambat untuk ikut Gamelan lesson.

Tiba2 siang ini datang sms dari Syafiqa berisi pesan : "Ur kid is ur own problem"


My God, anak ini sudah terlalu besar untuk tidak mengerti bahwa ini adalah kasar.
Tapi masih terlalu kecil untuk dihakimi.
Gue cuma bisa bengong, menatap HP gue dan terrified dengan kekhawatiran : Bagaimana anak ini 20 tahun kemudian kalau umur 9 tahun saja sudah seegois dan sekasar ini?

Apa yang anda lakukan kalau anda adalah saya?